“HARUSKAH AKU MENGATAKANNYA????”
Aku menyukainya,
Gayanya,
Sikapnya,
Wajahnya,
Hmmm…apalagi suaranya…

Dia ada di hatiku,
Di mimpiku,
Di anganku,
Upssss…apakah aku sedang jatuh cinta?
Oh..oh..oh…”ya”…aku jatuh cinta padanya:-)

Debaran ini teramat sangat berbeda setiap kali bayangnya melintas,
Aku jadi salah tingkah setiap kali bertemu dengannya,
Keringatku mengucur dengan derasnya, tapi aku justru menggigil kedinginan,
Inginnya menyapa & bercanda, tapi malah mulutku terkunci rapat…amat rapat,
Wajahku…ya ampun, “merona merah”…persis seperti kepiting rebus hihihihi

Bagaimana ini?
Tidurku jadi tidak nyenyak,
Selera makanku lenyap,
Kok aku jadi pendiam begini sih?
Duh…bagaimana ini?

Apakah aku harus mengatakannya?
Apakah si “dia” juga punya rasa yang sama?
Bagaimana kalau ternyata “tidak?”
Bagaimana kalau ternyata si “dia” menolakku?
Oh…oh…oh…mukaku mau ditaruh di mana?
Tapi…berdiam diri begini teramat sangat menyiksa,
Bagaimana kalau aku keduluan orang lain?
Cintaku padanya akan kupendam selamanya….menyakitkan:-(

“Tuhan, tolong aku….belum pernah aku seperti ini…ini kali pertama,”
(stttt ….sudah berulang kali juga sih, tapi ini beda Tuhan…hahahahahaha)

Harus…harus kukatakan!
Tapi…..”apa kata dunia?”
Lho…apa urusannya dengan dunia?
ADA!!!!

Pikir dulu baik-baik, benarkah rasa ini “cinta?”
Tidakkah itu hanya bagian dari egoku saja?
Yang ingin diperhatikan, ingin dipedulikan, ingin disayangi,ingin…
Tak ingin “ketinggalan”, tak ingin disebut “tak laku”, tak ingin “terlambat”, tak ingin….
Tapi…itu khan wajar saja?

Betul….tapi….bagaimana dengan “rasa si dia?”
Keinginan si “dia?”
Apakah karena satu keinginanku aku harus mengorbankan keinginannya?
Bagaimana mungkin aku bisa mencintai si “dia” dengan benar bila aku sendiri belum paham apa itu cinta?
-yang bicara bukan soal keinginanku, kepentinganku belaka tapi yang terpenting adalah keinginannya & kepentingannya-

Upss…..apakah aku sudah SIAP untuk “berbagi” & mengendalikan egoku?
Apakah aku sudah SIAP untuk kata “TIDAK?”
Apakah aku sudah siap untuk …

Tuhan, katakan padaku,”apa yang harus kulakukan?”
Karena ENGKAU tahu, aku sangat tak ingin mendukakan hatimu dengan ‘rasa’ yang kumiliki ini,

Begini saja Tuhan,
“bila rasa ini dari Engkau, bantu aku tuk memahaminya, mengungkapkannya dengan cara-Mu & diwaktu-Mu, tapi BILA TIDAK, TAWARKAN SAJA Tuhan, tidak apa-apa!”

Lega aku setelah menyerahkan hatiku & melibatkan si DIA di dalam rasaku,
sebelum melibatkan si “dia” dalam hidupku.